Pray for Luwu

Didukung Starbucks, Kompetisi Student Company, Produk Siswa SMKN 5 Jayapura: Tas Dari Kulit Ikan

$rows[judul] Keterangan Gambar : Irianto Sinaga bersama siswi bimbingannya di arena kompetisi student company du auditorium Perpustakaan Nasional RI Jakarta

JAKARTA, KLIKNUSANTARA.COM | Gelaran Kompetisi Regional Student Company sukses dilaksanakan di Auditorium Lantai 2 Perpustakaan Nasional RI, Jakarta Pusat, Jum'at (26/4/24). 


Lahir sebagai pemenang utama mewakili Regional Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali dan Jayapura adalah Tim Student Company SMA Negeri 3 Yogyakarta. Sementara untuk pemenang utama Region Jakarta Bandung, direbut SMA Negeri 81 Jakarta.

Meski demikian, pengamatan media ini di lokasi kompetisi, student company diikuti 12 peserta tersebut semuanya mendapat juara dari berbagai kategori berdasarkan penilaian dan penetapan Dewan Juri yang beranggotakan 6 orang berkapasitas direktur di perusahaan minuman kopi terkenal dengan brand Starbucks. 



Dari produk yang ditampilkan oleh para kontestan yang menunjukkan kemampuan mereka mengelola perusahaan profesional walau masih kategori pelajar, sangatlah mengagumkan. 

Karya mereka yang bertema Ecology itu sangat diapresiasi. Mereka menghasilkan karya berupa produk yang mengagumkan dan laku di pasaran. Bukan hanya sekedar mengejar profit, tapi justru sarat dengan solusi masalah lingkungan hidup dan solusi atas berbagai kesulitan masyarakat. 



Masing-masing tim peserta tampil secara bergiliran ke panggung mempresentasikan visi misi perusahaan, personil dan devisinya (presiden director, vice presiden director), proses produksi, finance, pemasaran, sasaran customer, spesifikasi dan bahan baku produk dan hasil produksi. 

Penampilan mereka sangat memukau dengan gaya komunikasi yang meyakinkan. Mereka tampil dengan menunjukkan produk kepada dewan juri dan audiens dalam bahasa Inggris yang fasih. 

Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah Tim HANO SC. Student company dari SMK Negeri Jayapura Papua yang diwakili Puput Ariyanti 
Fariani Aprilian Sari di atas panggung itu mendapat perhatian khusus dari Dewan juri dan sorak tepuk tangan dari hadirin. 



Hano SC menghadirkan produk kerajinan berupa tas tangan dan bentuk lainnya dari bahan yang merupakan limbah nelayan berupa kulit ikan tuna. Kulit tuna itu diperoleh dari nelayan di Jayapura yang memproduksi ikan tuna ekspor. 

"Kami memperoleh kulit ikan yang merupakan limbah dan diolah menjadi produk seperti ini," papar
Puput dan Fariani di panggung sambil menunjukkan produk karya mereka. 

Menarik dari pemaparan keduanya yang dipertegas kembali dalam pertanyaan juri adalah bahwa customer produk mereka sampai ke Aceh. 

"Ini order pemesanan itu sampai ke Aceh, bagaiman bisa sejauh itu," ungkap juri dengan nada bertanya dan mendapat penjelasan dari tim Hano SC dan diapresiasi audiens dengan tepukan tangan meriah. 

Tim Hano SC dari SMK Negeri 5 Jayapura berhasil melahirkan produk yang berupa tas tangan dan bentuk lainnya dengan memadukan olahan kulit ikan tuna dan kulit kayu mahoni. Nampak produk itu berciri khas kerajinan Papua. Sebuah tas berukuran kisaran 20x25 dibandrol dengan harga jual Rp. 150.000.



Saat mengunjungi stand produk Hano SC, tampak mereka sibuk meladeni pembeli peroduk mereka. Ramai kaum hawa memilih tas dan ikat rambut produk yang mereka pajang. 

Guru pendamping Hano SC, Irianto Sinaga yang juga guru pengajar SMK Negeri 5 Jayapura kepada median ini saat ditemui du counter stand Hano SC menjelaskan bagaimana upaya siswanya untuk menghasilkan produk unggulan yang diikutsertakan dalam kompetisi ini. 

"Kami mensupport penuh ide kreatif siswa kami membangun student company dengan produk-produk dari bahan limbah nelayan untuk dikompetisikan," ujar Irianto Sinaga, kelahiran Jayapura, berdarah Batak-Toraja itu. 

Irianto mengungkapkan jika proses pembuatan tas yang menjadi tema utamanya dalam kompetisi regional student company Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program itu berbahan baku utama kulit ikan tuna dan kulit kayu mahoni. 

Menurutnya, ikan tuna yang diproduksi nelayan Jayapura, dagingnya diekspor dan kulitnya jadi limbah yang dapat menjadi sampah mnusuk. Namun dengan ide kreatif siswanya untuk menjadikannya bahan kerajinan, ternyata berdampak pada peluang ekonomi yang menambah pendapatan nelayan dari kulit ikan tuna tersebut. 

"Kulit ikan itu sudah disamak oleh nelayan dan kami membelinya dengan harga Rp. 7000 per Kg," ungkap Irianto yang diangguki kedua siswi bimbingannya. 

Pilihan produk limbah kulit ikan tuna mendapat apresiasi dari para juri dan peserta yang hadir di auditorium Perpusnas RI tersebut dalam acara kompetisi student company yang diselenggarakan lembaga Prestasi Junior Indonesia. 

Dalam event tahunan yang dukung penuh Starbucks itu, meski tak jadi juara utama, Hano SC dari wilayah paling ujung timur Indonesia itu mampu tampil gemilang di Jakarta dan meraih penghargaan The Best Volunteer.... (Mrf). 

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)