Pray for Luwu

KBRI Bantah Terlibat Pungli Mahasiswa Baru, HPMI Yordania Bungkam

$rows[judul]
AMMAN-YORDANIA, KLIKNUSANTARA.COM| Pihak KBRI Yordania di Amman bereaksi atas pemberitaan dugaan Pungutan Liar (Pungli) yang ditengarai melibatkan oknum KBRI dan oknum Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (HPMI) Yordania yang diangkat media ini dalam laporan khusus pada tanggal 09 April 2024 lalu. 

Melalui surat Pejabat Pensosbud KBRI Amman Yordania, dijelaskan jika pihak KBRI tidak pernah menarik iuran atau pungli kepada calon mahasiswa baru asal Indonesia. Dikatakan, proses pendaftaran mahasiswa pada universitas yang diinginkannya di Yordania, KBRI tidak ada keterlibatan secara langsung. 

Dalam penjelasannya, KBRI mengungkapkan adanya pihak-pihak yang aktif mempromosikan lembaganya menjaring calon mahasiswa baru untuk kuliah di Yordania. 

"Dapat kami sampaikan bahwa dalam pantauan KBRI Amman, terdapat pihak-pihak tertentu yang selama ini bertindak sebagai 'mediator' dan berupaya 'membantu' calon mahasiswa baru berkuliah di Yordania," tulis Alamsyah dalam surat KBRI Amman tanggal 12 April 2024, meski tak merinci siapa pihak-pihak tertentu itu. 

Lebih jauh Alamsyah atas nama Kepala Perwakilan KBRI Amman mengklaim jika pihaknya justru melindungi calon mahasiswa baru tidak tetsesat dalam berbagai informasi yang dimunculkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, khususnya di media sosial. 


Masih menurut Alamsyah yang membawahi urusan pendidikan di KBRI Yordania ini menegaskan pihaknya memberikan perlindungan terhadap mahasiswa yang ada di Yordania dan memberikan pendampingan hukum tanpa dipungut biaya. 

Berikut surat selengkapnya:


Sementara itu, pihak HPMI masih bungkam tak memberi keterangan apa pun. Abil Hawari sebagai Bendahara organisasi mahasiswa dan pelajar di Yordania itu sekalihis pemilik rekening penampungan setoran iuran mahasiswa baru asal Indonesia di Yordania saat dikonfirmasi media ini via Whatsapp tak memberikan keterangan apapun.

Hawari hanya menanyakan sumber keterangan dan penulisan berita yang ditayangkan. 

"Siapa penulisnya? dan referensinya dari mana? Saya butuh referensi kabar ini dari mana dan siapa?" tulisnya menjawab pesan berupa pertanyaan konfirmasi pada Rabu (10/4/24) lalu. 

Saat ditunjukkan sebagian dokumen yang menyebutkan namanya sebagai pihak yang tertera dalam urusan itu, pesan whatsapp hanya terlihat tercentang biru tanda telah terbaca, namun Hawari tak lagi memberikan jawaban apa pun setelah itu. 

Diketahui dalam pemberitaan sebelumya, media ini mengulas kasus dugaan pungli yang menimpa calon mahasiswa baru asal Indonesia yang akan kuliah di Yordania. Sejumlah mahasiswa mengaku harus merogoh uang sebesar Rp. 5 Juta Rupiah per calon mahasiswa. 

Tentu saja hal itu memberatkan calon mahasiswa baru, namun tak ada pilihan kecuali membayarnya. Ketentuan yang tidak memiliki dasar legalitas itu melibatkan oknum HPMI dan ditengarai aliran dananya ada yang terciprat ke oknum di KBRI Amman meski hal itu akhirnya dibantah oleh pihak KBRI Amman Yordania... (Mrf). 

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini Tulis Komentar

  1. Enak banget ya media-media bodong begini, nulis asal, ga konfirmasi, ga mencantumkan nama jurnalis, sumber gak mau disebutkan, terus udah lepas tanggung jawab

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)