Pray for Luwu

Prabowo Gagas Presidential Club, Dr. Ujang Komarudin Sebut Positif, Namun Kurang Meyakinkan

$rows[judul] Keterangan Gambar : Dr. Ujang Komarudin, Pengamat Politik Nasional, Akademisi UIN Syarif Hidayatullah

JAKARTA, KLIKNUASANTARA.COM | Gagasan Presiden terpilih Prabowo Subianto atas Presidential Club mendapat tanggapan beragam. Ada yang menganggapnya tidak realistis, tak sedikit juga yang menyambut positif. 


Petinggi Partai Demokrat melalui Andi Alfian Mallarangeng kepada sejumlah media menyatakan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyambut baik gagasan Ketua Umum Gerindra tersebu. Sementara fungsionaris PDIP, Chico Hakim menilainya berbeda. Ia mempertanyakan urgensinya. 

Gagasan Presidential Club diungkapkan ke publik oleh Dahnil Anzar Simanjuntak. Orang dekat Prabowo itu menyebutkan jika wadah itu akan menjadi wadah silaturahmi dan tempat bertukar pikiran untuk membahas berbagai persoalan kebangsaan. 

Sementara itu, pengamat politik nasional yang juga akademisi UIN Syarif Hidayatullah, Dr. Ujang Komarudin menilai gagasan itu bernilai positif. 

"Kalau saya sih melihat ya, yang menjadi tujuan Prabowo itu pertama ya tentu ingin mendapat masukan berbasis pengalaman dari mantan-mantan presiden itu, yang masih hidup. Kedua, kelihatannya Prabowo ingin jadi bridging, jembatan untuk menyatukan mantan-mantan presiden yang belum akur," terang Dr. Ujang Komarudin menjawab media ini Senin malam (6/5/24). 

Ujang menyebutkan jika kondisi hubungan semua mantan presiden saat ini masih berhadap-hadapan. Megawati dengan SBY sudah berapa lama tidak akur, tidak harmonis. Belum lagi hubungan dengan Presiden Joko Widodo jelang Pemilu 2024.

Fakta itu menurutnya tidak mudah. Dia pun mengingatkan jika hubungan para mantan Presiden itu belum klir, maka percuma saja. Wadah itu akan tidak efektif untuk mencapai maksud dari Prabowo. 

"Ya, kalau hanya sekedar untuk ngumpul, kalau belum clear, ya, yang ada hanya saling gerutu, tidak sehat," imbuhnya. 

Apapun itu, kata Sang Pengamat, apa yang ingin dilakukan Prabowo itu positif saja. Hanya memang syaratnya mesti Damai dulu. Sebab jika mengingat hubungan mereka yang tidak terlalu harmonis, maka gagasan itu sulit terwujud..****

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)