Hari Bhayangkara

Sidang Tuntutan Terhadap Fepri Angga Dirasa Tidak Cerminkan Keadilan

$rows[judul]

Lubuklinggau-Kliknusantara.com | 12 Juni 2024 - Pengadilan Negeri Lubuklinggau kembali menggelar sidang perkara pidana dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Fepri Angga pada Rabu, 12 Juni 2024. Kasus ini berawal dari laporan polisi LP/B/50/II/2024/SPKT/Polres Lubuklinggau/POLDA SUMATERA SELATAN.


KejadianPada 24 Februari 2024, terjadi insiden yang melibatkan Fepri Angga dan korban, Ediyanto, yang bermula dari salah paham soal parkir. Fepri Angga yang awalnya marah-marah kepada korban, kemudian pulang ke rumah dan kembali dengan membawa parang tajam. Ia mengejar Ediyanto hingga masuk ke dalam toko. Meskipun tidak berhasil melukai korban, Fepri merusak kotak jangkrik usaha Ediyanto serta membacok jok motor King milik korban.


Saksi-saksi dalam persidangan mengungkapkan bahwa selain tindakan tersebut, terdakwa juga diduga memukul pagar seng di belakang rumah korban serta melempar atap seng rumah.


Tuntutan Jaksa Penuntut Umum

Dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Achmad Syarifudin, dengan Hakim anggota Marcel dan Martin, Jaksa Penuntut Umum menuntut Fepri Angga berdasarkan Pasal 335 KUHP dengan pidana 3 bulan kurungan penjara. Tuntutan ini dianggap ringan mengingat dampak psikologis dan material yang dialami korban.


Permintaan Keringanan Terdakwa

Di hadapan majelis hakim, Fepri Angga memohon keringanan hukuman dengan alasan ia adalah tulang punggung keluarga, sementara istrinya tidak bekerja, dan ia memiliki kewajiban finansial yang harus dipenuhi. Fepri juga mengakui kesalahannya dan menyesali perbuatannya.


Respons Hakim dan Jaksa Penuntut Umum

Hakim Ketua menjelaskan bahwa pelaporan terhadap terdakwa merupakan hak korban yang dijamin oleh hukum. Ketika hakim menanyakan apakah Jaksa Penuntut Umum bersedia menurunkan tuntutannya, JPU dengan tegas menyatakan tidak akan mengubah tuntutan yang telah diajukan.


Fepri Angga telah ditahan sejak 15 Mei 2024, dan sidang perkara ini ditunda hingga Selasa, 25 Juni 2024 untuk menunggu keputusan akhir dari majelis hakim.


Pengacara  Dian Burlian SH. menyatakan bahwa dalam menjatuhkan putusan, majelis hakim harus berdasarkan bukti-bukti dan fakta-fakta yang terungkap selama persidangan sesuai dengan Pasal 193 ayat (1) KUHAP. Ia menambahkan bahwa meskipun hakim nantinya menjatuhkan hukuman yang melebihi tuntutan jaksa, hal tersebut tidak melanggar hukum acara pidana. Dian Burlian berencana untuk memberikan sanggahan dan keberatan terhadap tuntutan jaksa kepada majelis hakim pada sidang berikutnya.


Kasus ini telah menarik perhatian publik karena dianggap tidak mencerminkan keadilan. Banyak pihak yang menunggu keputusan final pada 25 Juni 2024 dengan harapan bahwa majelis hakim akan memberikan putusan yang adil dan sesuai dengan fakta-fakta persidangan.


Sidang ini menjadi sorotan tidak hanya karena tuntutan yang dianggap ringan oleh beberapa pihak, tetapi juga karena dampak psikologis yang dirasakan korban serta pertimbangan sosial-ekonomi yang diajukan oleh terdakwa. Semua pihak berharap agar keputusan akhir nanti benar-benar mencerminkan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.(rk)

Ada 10 Komentar untuk Berita Ini Tulis Komentar

  1. Suru Dio be kaco dulu di rumah ya
    Yang nakkk minta seratus juta tu,????????
  2. Jangan nian kamu kontrak Dy abis duit b Dy dak hapal pasal ????????????
  3. Urung dapat 100 jt Dy min????
    Mimpi ya ketinggian awas ketemu Tuhan geq????????????
  4. Kalu mereka nax cepat soge nak sen seratus juta tu
    ????????????????????
  5. Biaso ya kalo wong nak duit damai 100 jt tu la cacat io Dio dak biso begawe lagi seumur hidup kalu la
    Ikak msh sehat waafiat itu la dak ngabal????
  6. Kalu kau nak damai aku nak duit 100 juta????????????pacak 3 x setahun bebela pacax meli Fortune mantak ye????ikak la nak banyak banyak bekaco jadi manusie
  7. Di bayar kontan sama Tuhan
    Ketika di tegur bapak langsung di depan umum kala itu hal yg tidak bisa di lupakan sepanjang sejarah????ampun nian nunjuk2 cax anak SD Pulo ????????????????
  8. La di Satar mahal mahal ppH t dak hapal pasal
    Uji Dyo la siap nian padahal nak maju ni tadi ????????????nangis tue nian
  9. Nenek uwak kuyung bibik di ajak ye Gale semua layang nak nekam sen seratus juta kak tadi cuma tu syg nian urung dapat sen t????????????????????
  10. Pelakor Dio tu????

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)