Dua Desa Ini Bersitegang Gegara Pendangkalan Sungai Lais, Begini Perkaranya

Kliknusantara.Com [Dondo-Tolitoli] – Luapan Sungai Lais bukan cuma banjir dan merendam pemukiman warga Lais namun juga memicu ketegangan dengan desa tetangganya, Bambapun. Akibat luapan sungai itu 4 dusun di Bambapun ikut terendam.

Rendaman banjir yang melanda Bambapun itu adalah kiriman air dari Lais. Saat hujan deras air sungai Lais meluap dan menjadikan Bambapun sasaran karena posisi datraannya yang lebih rendah dari Lais.

Banjir yang merendam Bambapun malam itu mencapai ketinggian antara 50 cm sampai 1 m di dalam rumah. Tentu saja air yang datang tiba-tiba itu merepotkan warga. Mereka terpaksa berjibaku menyelamatkan barang-barang dan keesokan harinya membersihkan lumpur.

Situasi itu membuat warga Bambapun kesal. Arus air melaju melalui ke desa tetangga Lais itu melalui selokan pembuangan yang berada tepat di perbatasan.

Sebelumnya, masyarakat Bambapun mengingatkan agar tumpukan sedimentasi muara sungai lais dikeruk ahar tak berdampak banjir yang akan merendam desa mereka. Namun pengerukan itu tak kunjung dilakukan hingga terjadi banjir seperti yang dikhawatirkan.

Kesal dengan situasi itu, akhirnya mereka berinisiatif menutup saluran air. Mereka menimbun parit dengan 3 ret tanah timbunan domato yang mengarah ke Bambapun sesaat usai banjir.

Tindakan warga Bambapun itu mendapat reaksi dari warga lais. Mereka tidak terima penimbunan itu sebab akan membendung aliran air yang akan menyebabkan genagan air yang lebih tinggi dan akan merendam dusun Olongian.

Ketegangan pun terjadi antar la warga Dua desa bertetangga itu. Situasi di perparah oleh ketersinggungan warga Lais karena warga menimbun bukan di perbatasan, tapi justru dalam wilayah Desa Lais. Tepatnya di perempatan jalan Pasar Lais.

Kades Bambapun yang dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan pihaknya terkejut dengan langkah penimbunan oleh warganya. Pasalnya dalam bayangannya, warga menimbun di perbatasan. Namun kenyataannya justru yang ditimbun adalah selokan yang masuk wilayah desa Lais.

“Anggapan saya, wargaku timbun perbatasan Lais-Bambapun. Ternyata yang ditimbun lokasi Lais. Itulah yang memicu timbulnya sedikit pertengkaran. Tapi Alhamdulillah sudah dimediasi oleh Kapolsek, Camat dengan Danramil. Kondisinya sekarang aman terkendali,” ungkap Kades Bambapun.

“Warga saya melakukan penimbunan got yang mengarah ke Bambapun guna cegah luapan sungai Lais kalau terjadi banjir susulan menuju Desa Bambapun. Saya rasa itu wajar saja karena Lais juga punya pembuangan tersendiri. Cuma jadi persoalan pembuangan itu tidak terlalu lancar akhirnya air limpas ke Bambapun,” kata Ruslan.

Dikatakan Ruslan Untuh, menyikapi kekhawatiran warga terkait luapan sungai Lais, Pemdes Bambapun dan Pemdes lais sudah pernah duduk bersama bahas soal pendangkalan sungai Lais tersebut.

Pada saat pembahasan itu turut hadir Camat Dondo, Danramil, BPP lais, menghasilkan kesepakatan bersama yaitu, Sungai Lais harus dilakukan pengerukan dan pembuangan lais yang terletak di perbatasan lais bambapun juga harus dikeruk. Begitu juga pembuangan air milik bambapun juga harus di keruk.

Menurut Ruslan, sebelum banjir pada Senin (20/7) pihaknya telah mengantar surat permohonan pengerukan sungai ke BPBD, Bupati, kantor DPRD Tolitoli serta Dinas PU. Sayangnya hingga banjir yerjadi sampai dengan saat uni belum terkonfirmasi langkah kongkrit dari para pihak tersebut……(Abi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Menjajal Eksotisme Mistis Wisata Bendungan Misterius Di Desa Balane

Sun Jul 26 , 2020
Kliknusantara.com [Sigi-Sulteng] Bendungan Misterius adalah salah satu potensi pariwisata yang ada di Desa Balane, Kecamatan Kinavaro Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Dari namanya saja sudah terdengar aneh. Jangan salah, jelas saja nama itu menambah rasa penasaran orang bila mendengar namanya. Rasa penasaran itu akan mengundang rasa ingin tahu sehingga mereka akan […]