Tumbal Tiga Jenderal, Penangkapan Djoko Tjandra Dan Bersih-Bersih Penegak Hukum

KLIKNUSANTARA.COM | Jakarta – Tiga Jenderal Polisi harus memerima resiko akibat tindakannya memfasilitasi Djoko Tjandra hingga bebas berkeliaran. Mereka menjadi tumbal dalam pelarian buronan korupsi kelas kakap.

Kelihaian koruptor seperti Djoko Tjandra terbilang licin. Ia mampu memperalat aparat penegak hukum di Indonesia. Tak tanggung-tanggung. Bahkan pejabat perwira tinggi mampu diperalatnya.

Sebanyak tiga Pati Polri itu adalah Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo yang dicopot dari jabatan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri, Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte yang dicopot dari jabatan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri, serta Brigadir Jenderal Nugroho Slamet Wibowo yang dicopot dari jabatan Sekretaris NCB Interpol Indonesia.

Seiring waktu, buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali itu akhirnya ditangkap juga oleh pihak kepolisian. Dia dibawa dari Malaysia ke Indonesia dan akan tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono membenarkan kabar tersebut. Djoko Tjandra dalam proses pemulangan dari Malaysia ke Indonesia.

“Ya benar saya sedang menuju Bandara untuk menjemput,” kata Argo lewat pesan singkat, Kamis (30/7).

Diketahui, Djoko Tjandra sempat berada di Indonesia tanpa terdeteksi aparat penegak hukum dan pihak keimigrasian. Bahkan, dia sempat membuat E-KTP dan mengajukan permohonan Peninjauan Kembali di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 8 Juni.

Kemudian, Djoko Tjandra berhasil keluar dari Indonesia menuju Malaysia. Menurut penuturan pengacara, Djoko Tjandra sakit dan berobat di Malaysia.

Djoko Tjandra tidak pernah hadir dalam sidang PK di PN Jaksel. Selamat empat persidangan tidak hadir. Menurut pengacara, Djoko Tjandra masih sakit sehingga tidak bisa menghadiri persidangan.

Walhasil, PN Jakarta Selatan tidak menerima permohonan PK Djoko Tjandra. Permohonannya tidak dilanjutkan ke Mahkamah Agung.

Tidak hanya institusi Polri, teranyar, Kejaksaan Agung mencopot Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi 2 pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan, Pinangki Sirnamalasari dari jabatannya. Pinangki dicopot dari jabatannya karena diduga bertemu dengan Djoko Tjandra di Malaysia pada 2019 lalu.

Selain itu, Polri juga baru saja menetapkan pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking sebagai tersangka. Dia diduga turut berperan dalam pelarian Djoko Tjandra selama menjadi buronan. (Kliknusantara/CNN Indonesia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Danrem 091/ASN Resmikan Mushola Al-Ibanah Koramil 0908-03/Anggana, Begini Pesannya

Mon Aug 3 , 2020
KLIKNUSANTARA.COM | SAMARINDA – Mushola Al-Ibanah Koramil 0908-03/Anggana Kodim 0908/Bontang telah resmi digunakan. Acara peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Danrem 091/ASN, Brigadir Jenderal Cahyo Suryo Putro,S.I.P., M.Si., didampingi pejabat Muspika Kecamatan Anggana dan disaksikan langsung seluruh warga setempat, Senin (3/8/2020). Selaku Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma […]