Webinar Nasional PB HMI (MPO), Hadirkan Pengamat, Peneliti Dan Tokoh Politok Bahas Solidaritas Sosial Hadapi Covid-19

Kliknusantara.com | JAKARTA – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI – MPO) selenggarakan Webinar yang membahas tema, “Merajut Persatuan Untuk Menjaga Kebinekaan Indonesia: Penguatan Solidaritas Sosial Di Tengah pandemi covid.19 pada Senin siang (21/9/2020)..

Acara Webinar dibuka oleh Ketua Umum PB HMI (MPO), Ahmad Latupono, SH., yang sekaligus pemantik acara tersebut. Dalam pengantarnya, Ahmad Latupono menyetir perlunya merajut persatuan dalam kebhjinekaan untuk menghadirkan solidaritas dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

Kegiatan dipandu salah seorang Pengurus Besar HMI (MPO), Laode Muhammad Imran. Sejumlah nara sumber dihadirkan, antara lain tokoh politik dari PDIP, Dr. Kapitra Ampera, Peneliti IPI Kayono Wibowo, Pwngacara M Zakir Raayidin, Ketua Umum Forum Indonesia, Hikma Ma’ruf Asli dan Perwakilan dari Imparsial.

Sejumlah peserta dari berbagai daerah turut berpartisipasi dalam diskusi Webinar itu. Sebagian besar adalah kader dan pengurus HMI dari berbagai cabang.

Para narasumber mengemukakan pandangannya terkait tema yang disodorkan PB HMI. Kapitra Ampera misalnya, bersepakat perlunya persatuan dan sokongan kepada pemerintah dalam menghadapi Covid-19.

“Kita lihat pada karakter bangsa bawah bangsa ini sudah lama hidup saling tolong menolong harmonis, kebersamaan yang sangat mengikat dan tidak ada yang merasa lebih soal itu, itulah karakter bangsa kita,” ungkap Kapitra.

Meski demikian menuritnya karakter itu mulai tergerus oleh hadirnya monster politik yang penuh dengan kepentingan politik.

Kapitra pun kemudian mnyinggung upaya sejumlah tokoh yang selalu memojokkan pemeeintah dan melakukan gerakan untuk memakzulkan pemerintah.

“Kalau untuk kepentingannya menghadapi Covid-19, perlu dieliminir gerakan politik dari para pihak. Kalau perlu, ada moratorium politik agar mereka tak mereka mengganggu pemerintah dalam mengambil kebijakan penanganan Covid-19,” urai Kapitra.

Sementara itu, Ketua Umum Forum Masyarakat Indonesia Bersih dan Adil (Forum Indonesia) Hikma Ma’ruf Asli, dalam ulasannya bahwa solidaritas diperlukan untuk menghadapi Pandemi Covid-19.

Namun demikian, ada prasyarat menurut Hikma Ma’ruf yang harus dilakukan untuk melahirkan solidaritas itu. Pertama adanya pemahaman yang sama terkait Pandemi Covid-19 itu. Kedua, kebijakan penanganan Covid-19 tidak boleh pendekatannya kekuasaan dengan gaya memaksa tanpa solusi.

Ketiga, jaminan sosial dalam bentuk bansos haruslah bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat terdampak secara merata. Sebab ada masyarakat yang nyata terdampak namun tidak mendapatkan bantuan untuk kebutuhan hidupnya, nekat menerobos aturan yang ada.

Keempat menurut Ketua Forum Indonesia itu adalah pelibatan semua pihak. Sebab siapa pun berpotensi menjadi media penyebaran Covid-19. Artinya juga siapa pun punya andil memutus dan menghentikan jalur penyebaran virus itu.

“Terkait ini, kita perlu mengapresiasi langkah Wakapolri, Komjen Pol Gatot yang menyampaikan akan melibatkan jeger pasar untuk membantu pendisiplinan internal di pasar untuk mematuhi Protokol Kesehatan. Itu menunjukkan Pak Gatot menyadari peranan setiap elemen bangsa dalam pencegahan Covid-19,” ulas Hikma Ma’ruf Asli.

Ketua forum Indonesia itu pun menyarankan bahwa jangan hanya terbatas pada jeger pasar, sejumlah ormas, OKP, mahasiswa, pelajar dan kekuatan dimasyarakat perlu dikerahkan pihak Polri untuk menjamin pelaksanaan protokol kesehatan.

Ada pun Kayono Wibowo, Koordinator Peneliti IPI, menyampaikan pandangannya Bahwa di dalam mengadapi pandemi covid 19 ini perlu besatu padu dalam menghadapi covid 19, pihaknya meyakini warga masyarakat memiliki tingkat solidaritas yang tinggi.

“Saya tidak meragukan solidaritas yang ada di tengah masyarkat indonesia, dari sabang sampai merauke sampai saat ini Indonesia masih memiliki tingkat solidaritas yang sangat tinggi, ini hasil surfei luar negeri yang di lakukan pada tahun ini,” ungkap Kayono.

Kayono mencontohkan betapa semangatnya masyarakat indonesia seperti contohnya di malang ada kampung tangguh, kampung jaga, itu di bangun oleh masyarakat bawah tanpa melihat suku adat dan budaya, ini menjadi bukti bahwa di tingkat akar rumput solidaritas sangat tinggi.

Peneliti IPI ini justru mendapatkan fakta bahwa para elitlah yang tidak solider. Bahkan menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat.

“Tapi sebaliknya para elit di atas malah memecahkan itu dengan statement yang memecahkan satu kelompok dengan kelompok lainnya, ini yang sangat kita sayangkan, karena solidaritas tumbuh subur di akar rumput tapi yang saya katakan tadi tidak tumbuh subur di elit politik,” tandas Kayono Wibowo.

Narasumber berikutnya, Anisa Yudha Aprilia, dari Imparsial.

Menurut perwakilan Imparsial ini, kita sebelumnya harus tau bagaimana pandangan masyarakat di tengah pendemi covid 19. banyak dampak yang kita alami juga di semua level dan elemen masyarakar.

“Membangun narasi besar yang solid tentang covid yang kita hadapi saat ini sehingga solidaritas itu bisa menjadi langkah buat kita dalam menurunkan angka cluster baru,” kata Anisa.

Pandangan narasumber terakhir M.Zakir Rasyidin selaku Pengacara atau lawyer, memandang persoalan Ini menyakut soal bagaimana solidaritas kita terjaga di tengah pandemi covid 19.

Menurut M Zakir Rasyidin, ada masalah yang luar biasa sekali dari dampak yang muncul di tengah pandemi ini bukan saja dari aspek ekomnomi saja tapi dari kesehatan juga.

“Ini menjadi dilema bagi kita mana yang kita proritaskan maka perlu solidaritas itu yang harus kita junjung jadi menarik tema diskusi hari ini,” kata M Zakir Rasyidin.

Sebagaimana kita lihat, kata M Zakir, pemerintah pusat dengan komitemnenya selalu mengingatkan masyakat untuk tetap pakai masker jaga kesehatan pakai santanisaizer, ini satu – satu adalah untuk.
Lalu faktanya ada kelompok yang memanfaatkan kondisi ini.

“Memang ini cukup membuat kita risau dan cukup tidak tenang ya, dengan adanya kelompok politisi yang mengumpulkan masa di tengah pandemi ini yang membuat kita masyarakat di bawah menjadi dilema, dimana kita inginkan untuk memutus mata rantai covid ini tapi apalah daya mereka¬≤ ini tidak medengarkan itu,” tandas M Zakir……[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 − one =

Next Post

Waspada DKI Jakarta, Bendungan Katulampa Siaga I, Walikota Bogor ingatkan Anies Baswedan

Mon Sep 21 , 2020
Kliknusantara.Com | BOGOR – Datangnya Musim Penghujan kota Bogor Jawabarat memantau terus perkembangan curah hujan pada Senin petang 21 September 2020 dan aliran sungai di Bendungan Katulampa. Tinggi Muka Air (TMA) di Bendungan Katulampa, Bogor sudah mencapai level siaga I atau 250 sentimeter, Wali Kota Bogor Bima Arya meminta warganya […]