Faizal Lahadja Dan Warna Politik Tolitoli Menuju Kemajuan

Moh. Faizal Lahadja, Ketua Partai Golkar Tolitoli dan Anggota DPRD Provinsi Sulteng

KlikNusantara.com | Sosoknya cukup dikenal kalangan luas. Supel dan berdedikasi. Visioner dan dan berpikiran kritis, rasional dan agresif dalam politik, menjadikan Moh. Faizal Lahadja sebagai politisi berkarakter.

Saya termasuk salah seorang (kalau bukan satu-satunya) yang mengagumi ‘kecerdasan politiknya’ memainkan irama partai Golkar Tolitoli dimana ia menjadi nakhoda. Bahkan ia mampu menyesuaikan warna politik internal Golkar di DPD tingkat I Sulawesi Tengah.

Kiprah politik Moh. Faizal Lahadja mulai bersinar saat dirinya didapuk menjadi PAW Anggota DPRD Provinsi menggantikan Abdullah Batalipu yang maju dan terpilih sebagai Wakil Bupati Buol. Meski waktu itu posisi suara perolehannya dalam pemilu 2014 berada di posisi ketiga di internal Golkar dapil Tolitoli-Buol.

Posisinya sebagai Legislator di DPRD Provinsi Sulawesi Tengah sekaligus menjabat Ketua DPD II Partai Golkar Tolitoli, memperkuat akar politiknya di Kota Cengkeh Tolitoli.

Itu bisa dibuktikan dengan keberhasilannya memimpin Golkar Tolitoli yang meraih runner-up pemilu Tolitoli. Naik satu posisi dari periode sebelumnya yang sempat di posisi ke-3 dengan kekuatan 4 kursi.

Selain kursi DPRD Tolitoli meningkat bertambah 1 menjadi 4 kursi yang mendudukkan Jemi Yusuf selaku Wakil Ketua 1 DPRD Tolitoli, Faizal pun melenggang masuk kembali di DPRD Sulteng dengan perolehan jauh lebih tinggi dari sebelumnya.

Sekatinya politisi ini saya kenal sejak ia masih menjabat Bendahara Golkar Tolitoli. Bersamaan saat itu saya sedang memimpin Partai Amanat Nasional (PAN) Tolitoli. Masa itu, saya lebih mengenalnya sebagai satu dari sekian kontraktor dan pengusaha lokal yang mulai sukses.

Beberapa kali berinteraksi dalam pertemuan yang diselenggarakan KPU setempat, memberi saya kesan bahwa Faizal yan mendampingi ketuanya, Sarpan, adalah lokomotif penggerak partai Golkar yang sesungguhnya.

“Biasanya yang mendampingi ketua partai itu, sekretarisnya, yang ini kok bendahara ya,” ungkap Purwoko Widodo salah seorang sahabatnya belum lama ini di Jakarta, mengenang masa sekitar 7 tahun lalu.

Bersam Faizal dan Mr. Koko

Kepiawaian Faizal membangun komunikasi politik dengan berbagai pihak menjadi modalnya membesarkan partai yang dipimpinnya. Ditambah lagi kejeliannya membidik tokoh-tokoh muda potensial dan berdedikasi, membuahkan hasil perolehan kursi yang terpenuhi di semua daerah pemilihan.

Strategi dan hitungan yang jitu serta pemetaan politik yang tepat membuatnya mendulang hasil yang gemilang. Racikan politiknya itu terbukti manjur. Selisih tak jauh perolehan suara dari pemenang pemilu Tolitoli, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang untuk pertama kalinya menorehkan sejarah menang di Tolitoli.

Saya pun dari yang menjadi target bidikan adik kandung Dokter Ahli Bedah yang juga ketua IDI Tolitoli , dr. Sofyan itu untuk memperkuat armada Calegnya saat itu. Faizal jeli melihat keberadaan saya di Partai PAN yang tak lagi kendali partai.

Namun karena banyak pertimbangan, tawarannya saat itu belum dapat saya terima. Hal itu tak lantas membuat hubungan kami terputus. Ia pun tetap menjalin komunikasi dan kami tetap bersahabat sampai saat ini.

Walau saya tak segerbong politik di partainya, saya menangkap pesan kuat tentang agendanya membangun Tolitoli untuk lebih maju. Sangta rasional, substansial dan terukur.

Itulah sebabnya setiap kali ia tugas dinas ke DKI Jakarta, kami pasti bertemu dan bertukar pikiran. Memang saya tak lagi aktif di partai politik, akan tetapi profesi jurnalis membuat saya tetap dekat dengan dunia itu. Masih terus mencermati perkembangan politik di daerah Tolitoli, termasuk jejak kiprah sahabat saya satu ini.

Faizal kini melanjutkan kiprahnya di periode keduanya di DPRD Sulteng. Sikap dan karakternya tak berubah, masih seperti saya kenal dulu. Keseriusan serta semangat dan keuletannya mengenai upaya memajukan tanah kelahirannya Tolitoli selalu terungkap saat kami berdiskusi dalam berbagai kesempatan.

Kegalauannya mengenai nasib Tolitoli yang selalu dirundung musibah banjir dan tak kunjung ada solusi, nampak jelas. Ia pun berkesimpulan, bahwa solusinya mesti lahir dari orang yang akan memimpin Tolitoli pasca kepemimpinan Moh.Saleh Bantilan, Bupati saat ini.

Dalam sebuah kesempatan, kami berdiskusi bersama seorang kawan, owner media online Alasan.Id, Suardi Yajib. Saat itu kami beriesimpulna mendorongnya maju dalam kontestasi Pilkada Tolitoli 2020 ini. Ia pun menyahuti, namun penuh perhitungan dan analisa.

Sayangnya, sang Bunda, orang tua yang telah melahirkan dan membesarkannya tak memberinya restu. Ia pun terhenti melangkah.

“Mace tidak kase kita maju,” katanya dalam dialeg setempat.

Faizal pun tak bisa berkutik sebab Ibunda dan saudaranya belum memberinya restu untuk ikut bertarung. Ia tak berani melanggar isyarat larangan dari orang tua, “takut kuwalat,” ujarnya.

Kendati demikian, Faizal tak patah arang, sebagai politisi dan memegang kendali partainya di Tolitoli, ia berusaha mencari figur yang kuat untuk diusung dengan sejumlah agenda pembangunan yang dicita-citakannya bagi kampung halaman.

Putra kedua Rektor Pertama Universitas Madako Tolitoli, Alm. Rusman Lahadja itu menemukan orang yang dianggapnya mampu membawa agenda partainya dan direstui DPD I maupun DPP Golkar, H. Muhtar Deluma.

Partai Golkar berkoalisi dengan Partai Gerindra, PDIP, Hanura didukung PKB, Partai Garuda dan lainnya. Koalisi itu memadukan Muhtar Deluma dengan Bakri Idrus maju sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati. Pasangan dengan urutan pemilihan Nomor 2 ini, berkompetisi dengan pasangan urut 1, Rahman H. Budding- Faisal Bantilan dan pasangan urut 3, Amran H. Yahya-Moh. Besar Bantilan.

Dalm konteks pilkada yang akan ditentukan tanggal 9 Desember mendatang itu, Faizal meyakini kekuatannya untuk bisa memenangkan usungannya. Ia menggaransi sumbangan khusus dari kerja partai Golkar 10.000 suara.

Angka itu menurutnya hitungan minimal kekuatan internal Golkar yang mengerahkan mesin partainya dengan kekuatan penuh. Menurutnya itu hitungan kemenangan jika membaca potensi dukungan sosok Muhtar – Bakri serta dukungan partai koalisi lainnya.

“Saya dan Golkar all-out. 10.000 suara dari kerja Golkar sendiri untuk Muhtar-Bakri,” tandasnya di awal persiapan pengusungan calon.

Ungkapan itu kembalai dilontarkannya ketiak berbincang di salah satu lokasi bilangan di Jakarta (dekat Sarinah) sepakan lalu. Saat itu sambil menikmati hidangan sate dipadu wedangan jahe, kami bertiga berdiskusi lepas tentang Tolitoli.

Termasuk bagaimana Tolitoli ke depan. Faizal berkeyakinan dapat menggolkan usungan bersama koalisinya pada 9 Desember nanti. Menurutnya, itu baru langkah awal membenahi Tolitoli.

“Tantangan membangun Tolitoli itu sangat besar. Dibutuhkan orang yang berani dan punya kemampuan. Dan saya lihat pak Muhtar itu juga ‘orang mau’. Dia siap all-out membangun Tolitoli,” katanya saat itu.

Kini Faizal kembali menakhodai Partai Golkar Tolitoli untuk kedua kalinya dengan cerita tersendiri. (akan muncul dalam ulasan berikutnya).

Sukses selalu buatmu sahabatku. Selamat berjuang. Semoga keinginan dapat terwujud…….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − three =

Next Post

Wakili Kapolri, Kabaharkam Serahkan Hadiah Lomba Kampung Tegep Mandiri Bangka Belitung

Sat Nov 21 , 2020
KlikNusantata.Com | BABEL – Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, wakili Kapolri hadir pada acara penyerahan hadiah pemenang lomba Kampung Tegep Mandiri (KTM) yang digelar di Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu, 21 November 2020. Acara ini digelar bertepatan dengan Upacara Peringatan Hari Jadi Provinsi Kepulauan […]

Teratas

Contact Us