Desa Basi Butuh Perhatian Pemda Tolitoli, Jembatan Gantung Nyaris Putus dan Lumpuhkan Perekonomian Warga

Kliknusantara.com | BASIDONDO – Jembatan Gantung di Desa Basi Kecamatan Basidondo, Tolitoli kondisinya nyaris putus. Selain karena sudah lapuk dimakan usia, herusan air juga menjadi penyebabnya.

Pantauan lapangan media ini di lokasi jembatan itu, Kamis (7/1/2021), nampak kondisi Jembatan memprihatinkan. Lantai Jembatan sudah lapuk dan mulai patah.

Begitu pula kondisi sungai yang telah bergeser alurnya dan menghantam tiang Jembatan. Alur sungai bergeser di luar jalur sebelumnya akibat hantaman banjir beberapa kali.

Jembatan gantung yang terletak di Dusun Basi Tua memiliki peranan yang sangat penting bagi Desa Basi. Selain untuk akses warganya, jembatan juga menjadi jalur pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan warga.

Sebagian besar lahan pertanian dan perkebunan milik warga Desa Basi berada di seberang sungai yang lebar itu. Olehnya mobilisasi dan pengangkutan hasil panen warga semuanya melalui jembatan gantung tersebut.

Kepala Desa Basi melalui Sekretaris Desanya, Yunus, di lokasi jembatan kepada awak Liputan Desa Membangun dari media ini mengatakan ada sebanyak 16 KK bermukim seberang.

Ada pun perkebunan warga baik yang mukim di jalan trans maupun warga yang tinggal di dalamnya, memiliki tanaman Cengkeh, Kakao, Kelapa Dalam, Sawit dan lainnya.

Dikatakan Yunus, jika jembatan putus dan ambruk akan menyulitkan warganya. Dapat dikatakan perekonomian warganya lumpuh. Sebab sumber penghasilan mereka dari lokasi tersebut.

“Kalau jembatan putus, warga kembali seperti sebelum adanya jembatan ini, menggunakan rakit. Hanya saja kasihan, sudah banyak orang dan motornya tenggelam jatuh dari rakit,” ungkap Yunus.

Sekarang dimasa pandemi ini kata Sekdes, semua serba susah dan makin susah lagi kalau jembatan putus. Ia pun berharap bisa ada penanganan secepatnya agar semua itu tidak terjadi.

Saat ditanya solusinya, menurut Yunus, jembatan gantung itu butuh pelurusan sungai. Itu harus di lakukan untuk mengembalikan alur sungai ke tempat semula agar koporan tiang jembatan aman dari terjangan banjir. Selanjutnya pemasangan buronjong di sekitar koporan.

“Hanya saja kedua solusi ini cuma dapat kami rencanakan soalnya anggaran yang di butuhkan sangat besar, tidak ada daya untuk menganggarkan melalui Dana Desa (DD) sebab karena tidak terjangkau apalagi tahun ini DD masih fokus pada penanganan dampak pandemi,” ujarnya.

Penanganan pemerintah Daerah Tolitoli ataupun Pemprov Sulawesi Tengah menjadi harapannya agar bisa mengatasi persoalan itu.

“Kami dari Pemerintah Desa hanya bisa merehab jembatan ini berhubung lantainya sebagian sudah ada yang lapuk dengan cara swadaya masyarakat,” imbuhnya………. (Aby).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 1 =

Next Post

Pesawat Sriwijaya Air Jatuh, Korpolairud Baharkam Polri Kerahkan 9 Kapal dan 4 Heli Dalam Pencarian

Sun Jan 10 , 2021
Kliknusantara.com | JAKARTA – Pesawat Sriwijaya Air jenis Boeing 737-524 dengan nomor penerbangan SJ182 jatuh di sekitar Pulau Laki, Sabtu (9/1/2021) siang. Pesawat yang membawa penumpang berjumlah 56 orang dan 6 Orang awak kabin tersebut hilang loss kontak satu jam setelah take off. Pesawat terbang dari Bandara Soetta Tangerang menuju […]

Teratas

Contact Us