KPU Mesti Cari Anggaran Sendiri, Arham Yakub: Rapid Test Tak Tersedia Untuk Penyelenggara

Kliknusantara.com [Tolitoli-Sulteng] – Setelah jedah karena Covid-19, tahapan Pilkada serentak kembali bergulir. Dijadwalkan voting day akan berlangsung Bulan Desember 2020 mendatang.

Salah satu titik perhatian mendasar adalah penyelenggaraan itu harus berkoordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 terkait tahapan yang berlangsung di tengah pandemi Virus Corona masih melanda.

Hal itu menjadi salah satu bahasan penting dalam Rakor Kehumasan KPU Tollitoli dengan para pihak pada Kamis (25/6/2020),.kemarin.

Dalam rapat uang dihadiri Dinas Kesehatan Kabupaten Tolitoli dan Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Tolitoli, dibahas terkait penggunaan rapid tes untuk penyelenggara Pilkada serentak yang jumlahnya cukup banyak dan tersebar di 10 Kecamatan.

Sebagaimana dalam notulensi Rakor KPU tanggal 25 Juni 2020, Arham Yakub selaku perwakilan Gugus Tugas mengungkapkan jika kegiatan rapid test telah dihentikan dan alatnya telah ditiadakan. Terkait hal itu, dimana tetap diperlukan adanya peralatan deteksi virus itu, ia mengajak KPU untuk mencari solusi anggaran pengadaan alat tersebut.

Muhadir, SPdI., salah satu Komisioner KPU Tolitoli saat dikonfirmasi via seluler Kamis sore membenarkan adanya pembahasan dan perbincangan mengenai pengadaan rapid test terkait penyampaian Kabag Prokopim Setdakab Tolitoli yang merangkap Humas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tolitoli.

“Iya, memang ada pembahasan yang disampaikan pak Arham dalam rapat. Makanya kami berusaha konsultasi kepada Ketua KPU Provinsi Sulawesi Tengah terkait ini,” ujar Muhadir.

Senada dengan Muhadir, Divisi Hukum KPU Tolitoli, Irwan B, SP.,MP., yang dikonfirmasi Kamis malam, mengatakan pihaknya telah menanyakan hal itu kepada Ketua KPU Provinsi.

Menurut Irwan, kemungkinan adanya anggaran itu melalui APBN. Berdasarkan hasil konsultasi yang dilakukan dengan provinsi, alokasi anggaran pengadaan Rapid Test masuk dalam perubahan anggaran yang berasal dari pusat.

Meski kemungkinan anggaran pengadaan alat deteksi itu tersedia, namun biaya operator termasuk honornya menurut Dosen Pertanian ini, tidak tersedia.

“Untuk biaya operator dan honor tidak tersedia. Itulah kami berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Mereka siap menyediakan tenaga termasuk dokternya untuk mendukung kegiatan itu,” terang Irwan……. (****).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Pemdes Stadong Tuntaskan Penyaluran BLT Dana Desa Hingga Tahap Ke-3

Fri Jun 26 , 2020
Kliknusantara . Com [Stadong-Tolitoli] – Pemerintah Desa (Pemdes) Stadong salurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa tahap ke-3 berlangsung di gedung Balai Desa Stadong, Kamis (25/6/2020). Kegiatan penyaluran bantuan itu berlangsung jam 14.00- 15.00. Ada pun jumlah penerima mamfaat sebanyak 45 KK. Mereka menerima Rp. 600.000 per KK adirh dalam […]