June 28, 2020

Lima Tahun Terlantar, Sawah Produktif Di Bambapula Tak Kunjung Dapat Solusi

Lahan persawahan di Desa Bambapula yang sudah 5 tahun tidak tergarap dan dibiarkan terlantar

Kliknusantara.Com [Bambapula] – Sejak Lima tahun lalu, hamparan sawah di Desa Bambapula tak lagi bisa ditanami padi. Kondisinya kering kerontang. Tak lagi terlihat hamparan padi menguning di kiri dan kanan lintasan lurus di Jalan Trans Sulawesi Desa Bambapula Kecamatan Dondo, KabupatenTolitoli.

Lima tahun adalah waktu yang cukup panjang. Namun entah mengapa tak kunjung teratasi. Otoritas pertanian sepertnya tak mempedulikan keadaan sawah seratusan hektar itu. Padahal sawah itu sangatlah produktif sebelumnya.

Para petani pun tak mampu berbuat banyak. Mengandalkan air hujan pun tak bisa. Terkadang petani ingin turun menanam dengan mengandalkan air hujan, faktanya tidak bisa di andalkan. Persoalannya cuaca yang tidak menentu.

Penuturan sejumlah petani kepada media ini mengatakan, terkadang diperidiksi musim hujan akan bertahan 3 bulan ke depan tapi faktanya baru mulai garap lahan sudah masuk lagi musim panas. Bahkan 0anas itu biasanya berlangsung lama. Dengan kondisi panas itu, tanaman padi untuk bertahan hidup sehingga petani tak dapat memanen hasil kerjanya.

Persawahan yang terlantar 5 tahun belakangan tersebut jelaslah kerugian yang besar. Sementara pemerintah dalam hal ini Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo berupaya memperkuat pertanian guna menjamin ketahanan pangan.

Kebijakan untuk memperkuat ketahanan pangan, apa lagi dimasa Pandemi Covid-19 ini, menjadi hal yang sangat strategis. Semua negara berlomba membangun ketahanan pangannya di masa pandemi ini.

Bagi Tolitoli, jelas membiarkan sawah produktif terlantar adalah sangat ironis. Ditengah pencitraan keberhasilan pertanian yang katanya surplus dan swasembada. Bahkan Konon berapa tahun terakhir ini pencetakan sawah baru terus berlangsung.

Jika kendala air tak mendapat solusi, mestinya ada upaya lain memanfaatkan lahan tersebut untuk berproduksi di sektor pangan lainnya eperti jagung atau singkong. Namun itu juga tak tampak.

Kades Bambapula saat dikonfirmsai di kediamannya belum lama ini mengaku telah berupaya maksimal mencari solusi. Pernah terpikirkan untuk menghadirkannl pompa air namun tak bisa terealisasi. Ia pun mengusulkan ke warganya untuk mengganti tanaman padi dengan jagung tongkol untuk sementara.

Usulan kades disambut dan disetujui warga. Hanya saja persoalan kembali yaitu kendala banyaknya ternak yang berkeliaran dari internal Bambapula maupun dari desa sekitar.

“Dulu saya pernah usulkan tanam jagung ke warga yang punya lahan sawah, mereka setuju, tapi mereka persoalkan lagi tidak adanya pagar maka di buatlah pagar mengelilingi lahan tersebut,” ujar Aidil Abidin, Kades Bambapula

Kades pun mengaku telah berupaya maksimal agar lahan tersebut tidak terlantar, namun banyak faktor di luar kapasitasnya selaku Kades yang mesti diatasi agar lahan tersebut kembali produktif…….(Abi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *