May 22, 2020

Lanjut ‘Puasa’, THR ASN Tolitoli Urung Dibayarkan

Moh. Asrul Bantilan, S.Sos., Kepala BKD Tolitoli, Sulawesi Tengah

Kliknusantara.com [Tolitoli-Sulteng] – Pegawai Negeri Sipil (PNS/ASN) Pemda Kabupaten Tolitoli pada lebaran 1441 H, terpaksa harus menelan kekecewaan yang mendalam. Pasalnya Tunjangan Hari Raya (THR) yang mereka harapkan dapat diterima jelang lebaran urung dibayarkan.

Kepastian tak adanya pembayaran THR lebaran kali ini disampaikan Kepala Badan Keuangan (BKD) Tolitoli, Moh. Asrul Bantilan, S.Sos., kepada media ini melalui pesan WhatsAppnya, Jum’at (21/5/2020).

Menurut Asrul Bantilan, belum dibayarkannya THR itu berhubung adanya transfer pusat ke daerah yang bertahap dan juga mengalami pengurangan. Akibatnya tidak semua kewajiban pembayaran pada Bulan Mei ini dapat di bayarkan. Termasuk THR ASN.

“Sekedar memberikan informasi terkait belum terbayarnya THR Lebaran bagi PNS di Tolitoli yang disebabkan karena terbatasnya anggaran pada Kas umum daerah yang diakibatkan dana transfer dari pusat ke daerah tolitoli dikucurkan dengan cara bertahap dan terjadinya pengurangan penyaluran dana transfer ketolitoli pada awal bulan mei ini yang hanya berkisar sebesar 29,8 milyar,” tulis Asrul.

Adapun rincian pembayaran yang telah dilakukan pada bulan mei dengan kas 29,8 miliar rupiah itu menurut Kepala BKD Tolitoli sebagai berikut:

  1. Melakukan pembayaran gaji bulan mei bagi ASN ditoli2 sebesar 23,3 milyar ;
  2. Melakukan pembayaran dana ADD tahap I bagi para kepala desa sebesar 11,1 milyar ;
  3. Melakukan pembayaran Tambahan Penghasilan (TPP) bagi ASN selama 2 bulan sebesar 9,6 milyar ;
  4. Melakukan pencairan penggunaan belanja tidak terduga utk bantuan Covid 19 sebesar 5 milyar ;
  5. Belum lagi melakukan pencairan terhadap SKPD atau OPD terkait tagihan GU/LS maupun tagihan TU untuk bulan mei ini.

“Berdasarkan pertimbangan di atas sehingga kami betul-betul memilah utk melakukan pencairan karena semua kegiatan yang diatas juga sangat mendesak dilakukan untuk dicairkan,” lanjut Asrul.

Sebagai antisipasinya menurut Kepala BKD itu, membayarkan tambahan penghasilan (TPP) 2 bulan pada Mei ini.

“Untuk mengantisipasi tidak terbayarnya THR lebaran bagi PNS yg memakan biaya sebesar 23,3 milyar maka kami menggantikannya dengan melakukan pembayaran TPP atau tambahan penghasilan bagi PNS di bulan ini sehingga PNS ditolitoli mendapatkan TPP 2 bulan di Bulan Mei ini,” urainya

Asrul beralasan, langkahnya itu dapat ditempuh berdasarkan dengan peraturan pemerintah no. 24 tahun 2020 tentang pemberian Tunjangan Hari Raya ( THR ) 2020 dan peraturan menteri keuangan nomor 49/pmk.05/2020 tentang petunjuk teknis pembayaran tunjangan hari raya bagi PNS dan lain – lainnya.

“Maka diinformasikan juga sesuai pasal 15 dimana penjelasannya adalah sebagai berikut : (1) Tunjangan hari raya dibayarkan paling cepat 10 hari kerja sebelum tanggal hari raya. (2) Dalam hal tunjangan hari raya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) belum dapat dibayarkan, tunjangan hari raya dapat dibayarkan setelah tanggal hari raya,” jelasnya.

“Kami mohon maaf yg sebesar-sebesarnya karena belum terbayarnya THR Lebaran bagi PNS di Tolitoli yang kemungkinan akan terbayarkan setelah lebaran ketika pemerintah pusat telah melakukan penyaluran transferan berikutnya ke daerah Tolitoli,” ungkapnya.

Dikatakan Asrul, pada intinya Pemda Tolitoli selalu punya niat baik utk tetap akan melakukan pembayaran tunjangan hari raya (THR) bagi pegawainya ditolitoli.

Asrul mengaku langkah itu telah dilaporkannya kepada Bupati Tolitoli, H. Moh. Saleh Bantilan……. (Redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *