HARI PAHLAWAN

Minti Makmur Kecamatan Rio Pakava, Desa di Kebun Sawit, Beragam Suku dan Agama Tetap Damai

$rows[judul] Keterangan Gambar : Kasnudin, Kepala desa Minti Makmur, Kecamatan Rio Pakava, Donggala bersama istri.

DONGGALA, Kliknusantara.com |  Minti Makmur adalah sebuah desa di dataran Lalundu Kecamatan Rio Pakava Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, dikenal memiliki kesuburan tanah dan produktif sebagai lahan pertanian dan perkebunan. 

Desa Minti Makmur merupakan daerah binaan eks transmigrasi yang letaknya di perbatasan Sulawesi Tengah dengan Sulawesi Barat. Warganya berasal dari beberapa pulau di Indonesia. Ada yang berasal dari Pulau Jawa, Bali dan selebihnya adalah penduduk lokal Sulawesi Tengah.

Karena keragaman suku dan agama warganya itu, Desa Minti Makmur sering disebut Indonesia Mini. Meski demikian, mereka mampu hidup berdampingan dengan damai.

Perbedaan suku, agama, budaya tak menghalangi kerukunan hidup masyarakat. Mereka mampu bertoleransi dalam susana kebhinekaan. Sejauh ini suasana aman damai ini tetap terus terjaga.

Kepala Desa Minti Makmur, Kasnudin kepada media ini saat disambangi di kantornya pada Selasa (26/10/2021) pagi, menuturkan bahwa ketentraman warga menjadi hal yang prioritas. Tak heran desa binaan eks Transmigrasi sejak tahun 1991 itu mampu bekerja mencari nafkah dengan aman dan damai.

Ditopang dengan tanah yang subur dan komoditi unggulan, apalagi adanya perusahaan perkebunan Sawit, pertumbuhan ekonomi masyarakat Minti Makmur cukup pesat.

Dapat dikatakan masyarakatnya sejahtera dengan penghasilan yang cukup tinggi untuk ukurandi desa.

“Masyarakat kita ini dapat dikatakan makmur dan sejahtera secara ekonomi. Penghasilan mereka mncapai 5-7 jt per bulan," ungkap Kasnudin, Kepala Desa Minti Makmur.

Kebanyakan mereka berprofesi petani kelapa sawit, kata Kades.

Ada juga menggarap sawah, dan usaha mandiri kreatif seperti percetakan batako, bengkel, meubel, dan usaha rumah tangga lainya.

Kasnudin yang belum lama menjabat Kepala Desa itu, terus berupaya memajukan desanya agar warganya terus bias makmur sesuai nam nama desanya.

Berbagai terobosan dilakukannya untuk mencapai apa yang menjadi visi dan misinya sebagai Kepala Desa.


Kasnudin mengemukakan, ada Dua hal beasr dan mendasar yang menjadi agendanya yang harus dituntaskan. Pertama adalah menyangkut peraturan - peraturan desa (Perdes) sebagai dasar pihaknya mengeksekusi kebijakan, utamanya dalam penggunaan Dana Desa.

Kedua, terkait penegasan tapal batas desa. Baginya Tapal Batas Desa sangat mendasar untuk menegaskan batas penguasaan

wilayah desany  Seba hal itu

berimplikasi pada banyak hal, termasuk asset desa dan kepastian pemasukan pajak.

“Program kerja saya saat ini yg  utama adalalah Penegasan Tapal Batas Wilayah Desa dan Lahan Masyarakat. Kalau sudah ada pemetaan kepemilikan lahan, nantinya kita bisa jelas data luas wilayah desa,” paparnya.

Setelah semua data dapat diakses, maka akan diterbitkan Perdes Disiplin Pajak sehingga pendapatan daerah jelas. Sehinga bisa menunjang pembangunan desa,” imbuhnya. …. (Aries).

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)